Dalam kehidupan sehari-hari, tisu merupakan barang pokok yang hampir selalu ada di setiap rumah tangga. Namun, tidak semua tisu memiliki kualitas yang sama, dan kekhawatiran kesehatan seputar produk tisu konvensional telah mendorong konsumen untuk mencari alternatif yang lebih sehat, seperti tisu bambu.
Salah satu bahaya tersembunyi dari kertas tisu tradisional adalah adanya zat fluoresen yang dapat bermigrasi. Zat-zat ini, yang sering digunakan untuk meningkatkan keputihan kertas, dapat bermigrasi dari kertas ke lingkungan atau bahkan ke tubuh manusia. Menurut peraturan yang ditetapkan oleh Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar Tiongkok, zat-zat ini seharusnya tidak terdeteksi dalam produk tisu. Paparan jangka panjang terhadap zat fluoresen telah dikaitkan dengan risiko kesehatan yang serius, termasuk mutasi sel dan peningkatan risiko kanker. Lebih lanjut, zat-zat ini dapat mengikat protein manusia, berpotensi menghambat penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi, serta melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Kekhawatiran penting lainnya adalah jumlah total koloni bakteri dalam tisu kertas. Standar nasional menetapkan bahwa jumlah total bakteri dalam tisu kertas harus kurang dari 200 CFU/g, tanpa terdeteksi adanya patogen berbahaya. Melebihi batas ini dapat menyebabkan infeksi bakteri, alergi, dan peradangan. Menggunakan tisu kertas yang terkontaminasi, terutama sebelum makan, dapat memasukkan bakteri berbahaya ke dalam sistem pencernaan, yang menyebabkan masalah pencernaan seperti diare dan enteritis.
Sebaliknya, tisu bambu menawarkan alternatif yang lebih sehat. Bambu secara alami bersifat antibakteri, menjadikannya pilihan yang lebih aman bagi konsumen yang khawatir tentang implikasi kesehatan dari produk tisu tradisional. Dengan memilih tisu bambu alami, konsumen dapat mengurangi paparan terhadap zat berbahaya.
Kesimpulannya, meskipun tisu kertas merupakan barang rumah tangga yang umum, penting untuk menyadari potensi risiko kesehatan yang terkait dengan produk konvensional. Memilih tisu bambu dapat mengatasi masalah kesehatan ini. Tisu pulp bambu tidak mengandung zat fluoresen yang mudah berpindah, dan jumlah total koloni bakteri juga berada dalam kisaran yang memenuhi syarat. Hindari kontak dengan zat berbahaya ini untuk melindungi kesehatan Anda dan keluarga Anda.
Waktu posting: 03-Des-2024


